
- PRODUK KESEHATAN PILIHAN DARI
- SYNERGY – NSP
- JAMINAN KEPUASAN 30 HARI UANG KEMBALI !
* HARGA RETAIL DI ATAS SUDAH TERMASUK ONGKOS KIRIM DAN PPN.
** Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
*** Produk akan dikemas dalam kemasan paling mutakhir yang dapat saja berbeda dengan gambar diatas, tanpa merubah kualitas pada isi.
**** SELURUH PRODUK DIATAS BERGARANSI 30 HARI UANG KEMBALI.
|
Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.
|
|
|
Synergy Worldwide menyediakan produk-produk kesehatan berkualitas dunia dan sangat aman di konsumsi oleh tubuh Anda. Berbahan baku pilihan berkualitas tinggi yang merupakan seleksi terbaik dari alam. Seluruh produknya telah teruji, diolah menggunakan teknologi mutakhir dan diproses dibawah pengawasan yang sangat ketat (Quality Control Assurance). Diproduksi oleh pabrik sendiri berlokasi di Utah, USA (Best Manufacturer of the Year 2002 dari Nutritional Outlook Health Magazine). Bersertifikasi GMP, FDA & TGA. |
|
| Lini produk Synergy Worldwide di Indonesia terdiri dari 9 produk suplemen penambah nutrisi (Nutritional & General Suplements), 5 produk perawatan kulit (Skin Care), 3 produk perawatan tubuh (Body Care) serta 2 produk perawatan rambut (Hair Care). Dapat digunakan untuk program manajemen berat badan (Weight Management), membantu mengatasi penyakit dengan kondisi khusus (Specialty), dan sangat baik untuk Anda yang gemar berolahraga (Sport). | |







komentar bombisa nich, soalnya blom tau harga sech, minta daftar harga dunk
Salam,
Mohon informasi untuk produk colostrum apakah sudah tersertifikasi halal dari MUI seperti halnya produk Chlorophyll ??
hai
ITU HARGA TAHUN 2006 ..MHN HARGA YANG BARU SEKARANG UDA NAIK…
Harga baru ada di sini: http://sehatsinergis.blogspot.com/2010/04/daftar-harga-liquid-chlorophyll-teraru.html
Ikutan ah mbuat artikel dan ngepos di sini seperti kakak dan abang-abang di atas.
‘BPOM DAN KEMENKES DIBUBARKAN SAJA’
Rutinitas dan kinerja buruk BPOM terjadi setiap tahun dan terus berulang.
Di sebuah radio swasta nasional Elshinta untuk kesekian kali dibahas kinerja BPOM. Di acara tengah malam hingga larut pagi itu muncul berbagai opini atau komentar banyak anggota masyarakat pecinta radio tersebut. Ada banyak yang memberikan apresiasi terhadap BPOM dan ada banyak pula yang memberikan saran-saran dan bahkan menyindir dan mencaci. Yang menyindir dan mencaci lebih banyak ketimbang yang memberi apresiasi. Apa maknanya?
Dari sangat banyak opini dan komentar tersebut terlihat bahwa sesungguhnya kinerja BPOM kurang efektif dan tidak banyak berubah. Setiap bulan Ramadhan tiap tahun, misalnya, BPOM mengadakan sidak ke berbagai pasar penjual makanan dan minuman dan ke supermarket-supermarket guna memeriksa kemungkinan adanya makanan dan minuman yang kadaluwarsa dan lainnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya tentu saja ditemukan banyak makanan dan minuman kadaluwarsa atau makanan dan minuman terlarang karena mengandung bahan pengawet dan pewarna yang tak diperbolehkan. Ini terutama di pasar-pasar tradisional, pasarnya rakyat kelas bawah.
Orang-orang BPOM digaji besar oleh uang negara uang rakyat untuk menjalankan tugas penting mengontrol terhadap makanan dan minuman yang ada di pasaran. Namun dari banyak pendengar Elshinta yang memberikan komentar, kita bisa menemukan bahwa BPOM ternyata hanya melakukan rutinitas dan kienrjanya buruk. BPOM tidak membuat terobosan apapun dari tahun ke tahun dan tidak ada pembenahan sistemnya.
“BPOM hanya seremonial belaka, tiap tahun mereka [BPOM] turun ke pasar-pasar tapi tak ada ahsil, makanan dan minuman berpengawet ilegal tetap banyak,” ujar seorang pendengar. Beberapa pendengar yang lain mengomentari daging sapi di pasaran yang berformalin agar lebih tahan lama. “Kalau ke pasar-pasar pagi di jam-jam siang kita bisa menemukan penjual daging itu sedang melumuri dagingnya dengan larutan formalin lalu disimpan untuk dijual esok. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri,” ujarnya.
“Saya lihat sendiri bakso, tahu dan ikan direndam di air formalin. Kalau dibau terasa. Tahu dan ikan diformalin berbau kedelai, yang diformalin berbau formalin,” ujar pendengar lainnya.
Dari beberapa saksi mata atau pengakuan itu bisa ditarik kesimpulan-kesimpulan nyata. 1\ BPOM tidak menghasilkan efektivitas kinerja kontrolnya terhadap makanan dan minuman yang tidak sehat dan bahkan berbahaya bagi kesehatan, terbukti dengan terus beredarnya makanan dan minuman berpewarna dan berpengawet. 2\ BPOM bahkan menunjukkan kemunduran kienrja, terbukti dengan terus merajalelanya daging, bakso, tahu dan ikan berformalin di pasaran umum. 3\ Terus terjadi tindak pidana yang dilakukan banyak penjual tersebut, berarti BPOM hanya menjalankan rutinitas tanpa target kinerja yang jelas untuk dicapai, berarti kemungkinan BPOM tidak melaporkan temuan-temuannya kepada polisi. 4\ Polisi tidak melakukan tindak lanjut atas kemungkinan laporan temuan-temuan BPOM. Pelajaran sangat-sangat penting yang bisa diperoleh dari kebiadaban BPOM adalah sesungguhnya BPOM selalu berkinerja sangat buruk.
Dari radio rakyat Elshinta banyak orang marah terhadap kinerja sangat buruk BPOM. Mereka kebanyakan melihat bahwa BPOM tidak ada fungsinya dan tak ada manfaatnya publik dan masyarakat luas Indonesia. Mereka minta agar BPOM dibubarkan. “Untuk apa negara menggaji mereka kalau tidak mengawasi efektif,” ujar mereka.
CARA KORUPSI TAK LANGSUNG
Beberapa pendengar memberikan komentar dengan mengaitkan korupsi tak langsung BPOM dan Kemenkes baru-baru ini melalui peluncuran produk makanan bayi, sesudah kasus heboh makanan bayi yang disinyalir mengandung racun beberapa waktu sebelunya. Kata mereka, orang-orang di Kemenkes dan BPOM mulai membuat kesepakatan agar Menkes segera mengumumkan produk-produk makanan bayi yang diproduksi beberapa perusahaan tertentu aman dan sehat. Menurut mereka, uang dari perusahaan-perusahaan tersebut yang masuk ke kantong pejabat-pejabat Kemenkes dan BPOM mencapai ratusan juta dan miliaran. “Lihat rumah dan mobil pegawai-pegawai BPOM baru-baru dan bagus-bagus,” ujarnya. Melihat hal-hal tak beres tersebut, mereka juga menyarankan agar BPOM dan Kemenkes dibubarkan saja. (Rdp)